Menjadi seorang entrepreneur sejati harus dibentuk sejak usia dini. Jika hal ini dilakukan, maka jiwa entrepreneur yang dimiliki oleh orang tersebut lebih tertanam kuat. Ini disampaikan oleh Ketua Program Studi Manajemen Universitas Ma Chung, Tedy Herlambang dalam talkshow Membangun Spirit Enterpreneurship Pada Anak.
Tedy mengatakan, pada umumnya pendidikan entrepreneurship diberikan pada waktu kuliah. Jika melihat pola pendidikan yang lebih efektif diberikan pada anak usia dini, maka sudah seharusnya pendidikan entrepreneurship diberikan pada anak-anak usia dini seperti pendidikan lainnya.
“Seperti pendidikan lainnya, kenapa pendidikan entrepreneurship tidak dilakukan kepada anak-anak? Kenapa harus menunggu mereka dewasa jika ingin menanamkan jiwa entrepreneurship yang lebih kuat di dalam diri mereka?,” ungkap Tedy.
Pemberian bekal entrepreneurship kepada anak harus dibedakan dengan orang dewasa. Jika diberikan kepada orang dewasa, pendidikan entrepreneurship cenderung pada hal-hal teknisnya. Mulai dari cara pembuatan proposal sampai dengan kiat-kiat memasarkan produk yang mereka hasilkan. Tetapi untuk anak, bekal entrepreneurship yang diberikan lebih kepada hal-hal yang berbau talent dan temperament.
“Entrepreneurship itu berkaitan dengan tiga hal, yakni technique, talent dan temperament. Untuk mengajarkan hal-hal yang bersifat teknik kepada anak memang tidak mungkin. Karena itu untuk pendidikan entrepreneurship kepada anak, lebih baik di arahkan ke hal-hal yang bersifat talent dan temperament. Kedua hal ini bisa diajarkan dan dibentuk sejak usia dini,” sambung dosen yang menempuh pendidikan S1 dan S2 di IPB itu.
Tedy melanjutkan, tidak sama dengan membentuk karakter pekerja, untuk membentuk anak menjadi seorang entrepreneur sejati diperlukan perjuangan yang cukup keras. Dari teori sumur bakat disebutkan, posisi entrepreneur berada di bagian yang sangat dalam. Hanya setingkat lebih atas dari posisi inventor, bahkan lebih dalam dibanding posisi seorang leader.
“Dari teori sumur bakat tersebut, maka para orang tua juga berkewajiban membantu menemukan bakat anak mereka. Terlebih dalam satu keluarga terkadang bakat yang dimiliki anggotanya berbeda antara satu dengan lainnya,” tutupnya.
Last update : 21-01-2010 09:48
|
|
|