|
Saya lebih senang menggunakan istilah aslinya saja. Kalau diindonesiakan, istilah "breakthrough" ini bisa diartikan "terobosan". Tapi, saya kurang merasa pas dengan terjemahan ini. Kira-kira pengertiannya begini: Breakthrough adalah suatu terobosan atau cara baru dalam hal apa pun yang awalnya tidak ada menjadi ada atau yang awalnya tidak baik menjadi lebih baik.
Contoh breakthrough dalam bisnis: Air Minum Aqua. Bagaimana mungkin menjual air minum dalam kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin. Nyatanya? Berhasil. Itulah breakthrough. Teh Botol Sosro. Bagaimana mungkin menjual teh dalam botol? Padahal kebiasaan orang minum teh saat itu adalah diseduh. Kenyataannya? Berhasil. Amazon.com adalah contoh breakthrough dalam bisnis online. Amazon bisa mengalahkan Barnes and Noble yang sudah bangkotan di bisnis perbukuan. Starbucks Coffee. Sebuah fenomena breakthrough di bidang beverage yang berhasil mengubah cara menikmati kopi orang Amerikan dan bahkan dunia.
Bisnis saya di www.manetvision.com mengalami breakthrough awal 2004 lalu. Setelah terusir dari Tanah Abang, saya mulai memasarkan busana muslim secara online sampai sekarang. Saya bisa menghemat waktu 4 jam sehari dalam perjalanan ke Tanah Abang menjadi nol. Saya bisa menikmati waktu tersebut dengan keluarga dan kegiatan lainnya. Waktu masih mengelola 3 toko dulu, waktu saya terkuras habis di sana. Untuk menghadiri undangan pesta perkawinan yang waktunya bentrok dengan jadwal buka toko, saya terpaksa harus bergantian dengan istri. Saya sering datang ke pesta sendirian.
Lain lagi dengan biaya yang dihemat. Setelah membuka usaha online di rumah, biaya yang dihemat untuk sewa toko berkurang dari Rp. 200 jutaan per tahun menjadi nol, meskipun saat ini saya sudah menyewa lagi sebuah bangunan semi ruko, tapi biaya sewanya pun tak sampai Rp. 50 juta per tahun. Artinya, dari biaya yang berhasil dihemat itu sudah merupakan breakthrough juga. Bayangkan, saya bisa hemat lebih dari Rp. 150 jutaan per tahun!
Bagaimana dengan omzetnya? Omzet ini relatif. Kurang lebih besarannya sama dengan di Tanah Abang dulu. Tapi dengan minimnya biaya saat ini, tentu saja profitnya menjadi lebih besar. Satu hal lagi, profit itu benar-benar profit yang uangnya benar-benar ada di rekening bank. Bukannya profit dalam pembukuan saja yang uangnya masih ditangan pelanggan dalam bentuk piutang yang tidak jelas kapan dilunasinya. Profit itu adalah uang yang ada di kantong anda yang bisa anda gunanakan saat itu juga.
Demikianlah kira-kira ilutrasi cerita mengenai breakhtrough yang saya alami dalam berbisnis. Tentu saja breaktrough tersebut tidak berhenti sampai di situ saja. Masih banyak tantangan lain atau target lain yang harus dipecahkan di masa mendatang.
Setiap bertemu guru saya, Pak Tung Desem Waringin, saya selalu bertanya mengenai breakthrough yang telah berhasil diraihnya. Dengan semangat dia akan ceritakan breakthough yang telah dicapainya seperti: menghadirkan Robert Kiyosaki di Jakarta, membuat seminar Unleash The Power Within-nya Anthony Robbins di Jakarta dan sebagainya. Hampir setiap bulan Pak Tung selalu membuat breakthrough dalam hidupnya. Luar biasa.
Ayo, ciptakan breakthrough anda sendiri. Jangan jadi penonton saja. Jadilah pemain. Tantang diri anda sendiri dengan target yang menurut diri anda sendiri dan orang sekitar anda adalah tidak mungkin. Buat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kalau berhasil, hasilnya akan sangat sangat luar biasa. Jangan pernah berhenti menantang diri sendiri dengan tantangan baru yang lebih besar. Ayo, saya juga mau mulai mencoba tantangan baru. Saya mulai merasakan rasa aman di comfort zone saat ini. Ini tidak baik. Kalau sudah merasakan comfort zone, itu pertanda anda perlu tantangan baru yang harus dipecahkan. Kalau tidak, anda akan mati pelan-pelan.
Jangan lupa, semua atas izin dari Allah, tentunya.
Oleh Badroni Yuzirman
Last update : 24-08-2009 13:48
|
a4711350800f
By: malkoeslz (Registered) on 13-03-2009 04:26