Home
Sunday, 01 August 2010
Search the Web
Who's Online
We have 34 guests online
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
The IEF
What They Said

DR. Bambang N Rachmadi (Pemilik Mc Donald Indonesia)

"Untuk Valentino.. Dengan nama seperti ini Kamu seharusnya menjadi THE BEST di Bidangnya seperti Valentino Rossi, Valentino Fashion, dan sebagainya. SEMOGA"

Puspo Wardoyo (Pemilik Wong Solo)

"Dalam perjuangan bisnis, tirulah apa-apa yang pernah saya sampaikan."

Tung Desem Waringin (Indonesia Authorized Anthony Robbins & Robert Kiyosaki)

"Buku WAJIB untuk orang DAHSYAT"

Prof. Dr. Usman Chatib Warsa (mantan Rektor Universitas Indonesia)

"... Sebuah karya orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia entrepreneurship di Indonesia. Kami percaya buku tersebut merupakan buku yang sangat bagus dan baik untuk dibaca dan diketahui isinya oleh mereka yang sangat ingin sukses dan kaya ..."

Tanri Abeng

Valentino The Most presticious people

Tukul Arwana

Manusia yang satu ini memang gila... kesan itu yang saya tangkap

Moh. Fahmi (Penulis)

"Pak Valentino, saya saat ini sedang membaca buku anda: 'Jangan Mau Seumur..' comment saya Par Execellent
 
Visitor Counter
Today115
Yesterday140
Week1034
Month115
All141403

(C) Fliesenstadt
Click to join LetsGoIndonesia

Click to join LetsGoIndonesia

customer :


Bookmark and Share
Memiliki Tujuan yang Jelas Dalam Tindakan PDF Print E-mail
 

By Tebe, on 11-05-2009 08:00

Views : 984    

Favoured : 106

Published in : Channel Highlight, Motivasi

Hiroshi Okuda, pemimpin Toyota dan timnya merupakan contoh organisasi yang memperlihatkan prinsip memiliki tujuan yang jelas. Bagi mereka, tujuan mereka yang jelas adalah melayani dunia dengan mobil yang berkualitas tinggi dan nilai baik yang membutuhkan perawatan minimal. Penciptaan nilai ekonomis Toyota tiada bandingnya dalam industri mi.

Onganisasi mi telah mempertahankan pangsa pasarnya selama dua puluh tahun, walaupun banyak upaya pesaing untuk mengikisnya, karena kemampuannya untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan konsumennya. Salah satu faktor penentu keberhasilan mereka adalah kembali ke hal-hal mendasar. Toyota secara terus menerus menyempurnakan sistem baru berjalan yang ditemukan pertama kali oleh Henry Ford dengan maksud untuk menghilangkan pemborosan pada setiap titik di jalur perakitan, mengembangkan rantai penyediaan tepat waktu (just-in-time supply chains), dan menjaga biaya lebih rendah dan harga yang mau dibayar oleh konsumen.

Untuk memperluas keberadaan mereka secara global dan mempertahankan riset dan pengembangan, membayar dividen dan pengeluaran tahunan, mereka mempertahankan cadangan sebesar 20 miliar dolar. Analis berspekulasi bahwa dengan perang seperti ini perusahaan chest semacam BMW dapat saja menjadi sasaran. Namun Toyota tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan jangkauan global mereka melalui akuisisi sepenti yang dilakukan oleh Ford terhadap Volvo, Land Rover dan Mazda, dan sepenti yang dilakukan GM membeli Saab dan saham di Fiat Auto, Suzuki dan Isuzu.

Transaksi tambahan dan pengambilalihan besar-besaran tidak menjadi tujuan yang sesungguhnya. Mereka lebih berkonsentrasi pada investasi di produksi dan desain lokal. Bahkan lebih daripada pemikiran mi, sebagaimana dikatakan Mn. Okuda, ‘tujuan kami memiliki makna untuk menghapuskan cacat/kerusakan dan memastikan setiap Toyota dibuat dengan standar tinggi—ini menyelesaikan semua permasalahan yang lain.’

Pemimpin yang memiliki tujuan jelas memiliki kemampuan sama dengan perusahaan yang melingkupinya. Welch memilih Immelt dan penusahaan yang memiliki kualitas Welch dan Immelt secara berkelimpahan. Mr. Okuda mengepalai perusahaan yang berbagi tujuan. Alexan¬der Agung memimpin dan depan, namun dia dikelilingi oleh tim pengawal elit yang telah dilatihnya.

Dia telah memilih yang terbaik dan mencoba membangkitkan yang terbaik dan mereka. Ketika Alexander meninggal, tim yang telah berkembang bersamanya mampu menjaga banyak kerajaan penerusnya berabad-abad lamanya. Ingatlah bahwa untuk memiliki tujuan yang jelas berarti berpendirian, memiliki fokus, memiliki keyakinan akan keputusannya, memiliki kemampuan memutuskan, dan berdaya tahan serta bersikap keras. Pemimpin wirausaha harus cukup memiliki kekerasan hati untuk membangkitkan yang terbaik dan orang-orangnya sekalipun dia harus bersikap keras.

Last update : 11-05-2009 13:18

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 2 of 2 comments

d950c48e467

By: malkoeslz (Guest) on 15-03-2009 20:00

d950c48e467

By: malkoeslz (Guest IP 94.23.18.212) on 15-03-2009 20:00

DlQoDlOjU Very interesting article :)

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

73d9308

By: malkoeslz (Guest) on 15-03-2009 19:21

73d9308

By: malkoeslz (Guest IP 94.23.18.212) on 15-03-2009 19:21

QtQl Very interesting article :)

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Display 2 of 2 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
   
   



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
CHANNEL HIGHLIGHTS
Enterpreneur
Motivasi
Bisnis
Legal
Spiritual
Internet Marketing

Entrepreneur ‘s Coach Corner
Need some advise? Ask your question to an expert ! klik disini

Valentino Dinsi, MM, MBA
Expert di bidang entrepreneurrship dan pengembangan bisnis baru serta inventor bagi pegawai yang ingin jadi pengusaha
 

AYO MANDIRI
inpsipringbox
Random Quotes

Katakan ya jika hatimu mengatakan ya; jangan katakan tidak jika hatimu mengatakan ya karena itu berarti kamu membohongi dirimu sendir.i

anonim

SANG MAESTRO
PENGUSAHA MANDIRI