Home
Home arrow Franchise & Opportunities arrow TIDUR... EKSPRESI AURA KEJUJURAN
Tuesday, 07 September 2010
Search the Web
What They Said

DR. Bambang N Rachmadi (Pemilik Mc Donald Indonesia)

"Untuk Valentino.. Dengan nama seperti ini Kamu seharusnya menjadi THE BEST di Bidangnya seperti Valentino Rossi, Valentino Fashion, dan sebagainya. SEMOGA"

Puspo Wardoyo (Pemilik Wong Solo)

"Dalam perjuangan bisnis, tirulah apa-apa yang pernah saya sampaikan."

Tung Desem Waringin (Indonesia Authorized Anthony Robbins & Robert Kiyosaki)

"Buku WAJIB untuk orang DAHSYAT"

Prof. Dr. Usman Chatib Warsa (mantan Rektor Universitas Indonesia)

"... Sebuah karya orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia entrepreneurship di Indonesia. Kami percaya buku tersebut merupakan buku yang sangat bagus dan baik untuk dibaca dan diketahui isinya oleh mereka yang sangat ingin sukses dan kaya ..."

Tanri Abeng

Valentino The Most presticious people

Tukul Arwana

Manusia yang satu ini memang gila... kesan itu yang saya tangkap

Moh. Fahmi (Penulis)

"Pak Valentino, saya saat ini sedang membaca buku anda: 'Jangan Mau Seumur..' comment saya Par Execellent
 
TIDUR... EKSPRESI AURA KEJUJURAN PDF Print E-mail
 

By administrator, on 01-03-2009 08:00

Views : 1878    

Favoured : 131

Published in : Channel Highlight, Spiritual

Pernahkah menatap orang terdekat ketika sedang tidur....... ? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
ImagePerhatikanlah ayah Anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih,betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita berjalan lancar.


Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibunda Anda. Kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta itu...Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.  

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya... .

Last update : 26-02-2009 13:58

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >