Pernah dengar Baba Rafi? Nama resto kebab ala Turki itu kini makin mencorong -- terutama bagi penggemarmakanan khas Timur Tengah yang ada di Surabaya. Kebab Turki Baba Rafi merupakan sajian yang diolah dengan unik dan berbahan baku daging sapi panggang. Ia tak cuma lezat dinikmati, harganya pun relatif terjangkau. Di situsnya, Baba Rafi menyediakan tiga macam kebab dengan harga antara Rp 6.000 hingga Rp 8.000. Kalau mau tambah keju atau telor, tinggal rogoh kocek Rp 1.500 lagi.
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.
Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.
Banyak yang membandingkan derajat kedalaman dan magnitude krisis ekonomi global yang dianggap sebagai krisis terburuk dalam 60 tahun terakhir sekarang ini dengan Depresi Besar (Great Depression) tahun 1930-an.
Pengalaman keberhasilan dan kegagalan dalam mengatasi depresi ekonomi tahun 1930-an seharusnya juga bisa menjadi acuan untuk bisa keluar dengan cepat dari krisis ekonomi dunia sekarang ini atau krisis serupa.
Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.
Last update: 28-05-2009 13:03
Shoulmet dalam berbisnis
By Posted by admin under bisnis,
on 19-05-2008 08:00
rabbani Memulai usaha dari nol, bangkrut, hingga dikejar-kejar polisi. Pasang surut perjalanan usahanya secara otodidak membuat ia menemukan konsep pengelolaan bisnis yang mampu menumbuhkan semangat karyawannya untuk rela berkorban.
Berawal pada 1991, sesaat setelah Amry Gunawan menikah, pria keturunan Aceh ini menggadaikan mas kawin perhiasan emas milik sang istri pada mertuanya. Atas izin istrinya, didapatlah modal sebesar 100 ribu rupiah. Kegiatan mengisi pengajian-pengajian mahasiswa, ia selingi dengan berjualan quran kecil impor (madinah), dan pcrnik-pernik lain yang kala itu belum banyak digeluti. Bisa dibilang, ia termasuk pioner dengan pasar pengajian-pengajian untuk dacrah Bandung, Sumedang, hingga Garut.